Guinness Bir

Sejarah Berdirinya Bir Merk Guinness dan Ciri Khasnya

Guinness Bir saat ini menjadi salah satu brand paling populer dan banyak diminati oleh berbagai kalangan dunia. Bagaimana tidak? Kualitas bir tersebut memang tidak dapat diragukan lagi. Selain itu, bir hitam yang satu ini juga cukup tersohor karena harganya yang cukup terjangkau. Hanya saja tidak banyak orang yang mengetahui sejarah berdirinya bir tersebut.

 

Mengenal Sejarah Berdirinya Guinness Bir

Perlu Anda ketahui bahwa bir hitam Guinness yang satu ini pertama kali dibuat sekitar tahun 1730. Tepatnya di London, Inggris oleh Arthur Guinness. Kemudian, keberadaan bir tersebut menjadi cukup terkenal terutama di Irlandia hingga Britania Raya. Setelah itu, sekitar tahun 1759 Arthur mencoba untuk menyewa sebuah pabrik pembuatan bir.

 

Dari situlah sejarah bermulanya perkembangan minuman bir merk Guinness saat ini. Arthur sendiri menyewa pabrik tersebut tepatnya di St. James’s Gate, Dublin, Irlandia. Adapun jangka waktu sewa yang dipilih adalah sekitar 9.000 tahun. Uang muka yang dibayarkan sendiri pada saat itu sekitar £ 100 sementara biaya sewanya mencapai  £ 45 per tahun.

 

Biaya sewa yang dibayarkan tersebut sudah termasuk dengan penggunaan air. Dimana air tersebut menjadi salah satu bahan yang diperlukan untuk proses pembuatan bir nantinya. Dapat dikatakan bahwa pada pabrik dengan luas sekitar 1,6 hektar itulah minuman bir merk Guinness bermula. Hingga saat ini pabrik tersebut lebih dikenal dengan sebutan House of Guinness.

 

Pada saat itu, pabrik tersebut memproduksi ale dan juga porter. Porter sendiri adalah sebuah sebutan bagi bir dengan warna hitam. Yakni bir yang terbuat dari malted barley dengan warna yang terbilang cukup gelap dibandingkan dengan lainnya. Pada saat itu, minuman ini sering diminum oleh buruh pengangkut barang.

 

Adapun selain istilah porter tersebut, muncul juga istilah lainnya yakni stout. Adapun artinya juga tetap sama yakni berupa bir hitam. Hanya saja istilah stout tersebut dipakai untuk bir hitam dengan rasa yang lebih kuat dibandingkan dengan porter.

 

Kemudian, sejak tahun 1799 pada saat itu Arthur lebih memilih untuk menghentikan produksi bir jenis ale. Ternyata, pendiri brand Guinness yang satu ini lebih memilih untuk berkonsentrasi dalam bidang pembuatan bir jenir porter. Pada saat itu, bir porter memang terbilang semakin tersebar dan populer.

Hingga pada tahun 1840, Arthur memakai stout sebagai sebutan bir produksi dengan rasa yang lebih kuat.

 

Ciri Khas Minuman Bir Guinness

 

Pada saat itu bir hitam jeni stout diproduksi layaknya bir hitam pada umumnya. Tepatnya menggunakan bahan bunga hop serta malted barley yang dilarutkan dalam air. Selanjutnya, bahan yang sudah larut tersebut diberi ragi agar nantinya mengalami proses fermentasi. Dapat dikatakan bahwa bir merk Guinness yang satu ini juga memiliki ciri khasnya sendiri.

 

Bahan barley yang mereka gunakan terbilang memiliki kadar serat yang cukup tinggi. Setelah tanaman tersebut berkecambah, maka barley mulai dikeringkan dengan cara dibakar. Adapun proses pembakarannya dilakukan dengan cara yang tradisional. Dengan begitu, hal tersebut akan menghasilkan warna ruby gelap layaknya warna hitam dengan cita rasa khas dari Guinness.

 

Nantinya campuran barley yang sudah jadi tersebut ditambahkan juga dengan kuntum bunga hop betina. Adapun jumlahnya terbilang jauh lebih banyak dibanding dengan bir lainnya. Tidak heran jika nantinya minuman yang satu ini memiliki cita rasa serta aroma yang juauh lebih kuat.

 

Tidak hanya itu saja, penambahan bunga hop tersebut dilakukan dengan tujuan untuk menyeimbangkan rasa manis. Selain itu, bunga ini juga dapat berfungsi sebagai pengawet alami dari minuman tersebut. saat ini sendiri Guinness lebih dikenal dengan minuman bir yang memiliki rendah kalori. Adapun jumlahnya hanya sekitar 198 Kkal saja. Tentu saja ini jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan jus jeruk ataupun susu krim meski dalam jumlah takaran yang sama sekalipun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *